Jamaah Umrah Indonesia Terbanyak kedua di Dunia

jamaah-umrah-indonesia-terbanyak-kedua-di-dunia

Kini Indonesia menjadi negara yang jamaah umrah terbanyak kedua di dunia. Indonesia hanya kalah jumlah dengan jamaah dari Pakistan. Sementara India menempati menduduki peringkat ketiga.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali ketika memberikan laporan pada Penandatangan Nota Kesepahaman terkait Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Umrah.

“Jamaah umrah Indonesia menempati posisi kedua dalam kuantitasnya. Sejak September 2018 sampai 31 Januari 2019, jamaah umrah mencapai 508.180 jamaah. Nomor, satu yaitu Pakistan dengan jumlah 776.326 jamaah. Ketiga, yaitu India dengan 343.396 jamaah,” ujar Nizar Ali di Jakarta dilansir dari Kemenag.

“Karena jamaah haji kita sangat besar, maka kompleksitas dalam pelaksanaan umrah juga perlu untuk dicermati,” sambungnya.

Menurut Nizar, ibadah umrah sekarang ini tidak lagi di dominasi oleh golongan masyarakat perkotaan atau hanya orang kaya saja. Minat beribadah umrah hampir dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Perubahan segmen dan karakter jamaah ini mengharuskan pemerintah dalam mengambil tindakan reformasi supaya negara tetap hadir,” tuturnya.

Lanjut Nizar, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah dalam peningkatan layanan.

Langkah berikutnya, membuat nota kesepahaman dengan Komite Akreditasi Nasional dalam melakukan proses akreditasi terhadap PPIU. “Program ini akan dimulai pada tahun ini,” terangnya.

“Kemenag telah melakukan integrasi pengawasan umrah secara elektronik melalui SIPATUH yang dirilis pada tahun 2018 lalu,” sambungnya.

Nizar menegaskan, upaya dalam perbaikan ini akan terus dilakukan. Bahkan, sekarang ini lagi tengah dilakukan penguatan kelembagaan pada tingkat kanwil dengan menambah seksi pembinaan dan pengawasan haji dan umrah.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri oleh 9 Kementerian dan Lembaga Negara. Pembahasan materi Nota Kesepahaman ini sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan adalah upaya dalam memberikan kepastian perlindungan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan umrah.

“Karena memang umrah begitu kompleks, kami merasa tidak bisa sendiri memberikan perlindungan jamaah umrah,” ujar Menag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *