My First First Love Hadir Kembali Dengan Season 2, Siap-Siap Baper

Tidak banyak drama Korea yang berakhir mengeluarkan 2 season, apalagi di satu tahun yang sama sekaligus. Salah satunya adalah drama My First First Love, drama yang menceritakan tentang lika-liku kehidupan di masa muda yang selalu menarik untuk dikenang dan dibahas.

Pada Season pertamanya di awal tahun 2019, tepatnya bulan April, drama My First First Love 1 berhasil memikat hati penontonnya dengan tidak tanggung-tanggung. Apa buktinya sih? Di tahun yang sama, tepatnya pada bulan Juli, drama ini kembali hadir menyapa para penggemarnya, loh. Pada pertengahan tahun 2019 ini, mulai dirilis Season kedua yang juga terdiri dari 8 episode penuh tawa dan air mata.

Drama ini kembali masih dengan pemain yang sama, yaitu 5 anak muda penuh cerita yang diperankan oleh Ji Soo, Jung Chae Yeon, Jung Jin Yong, Choi ri, dan Kang Tae Oh. Kelima aktor dan aktris berbakat ini memang sudah memiliki chemistry yang kuat sejak di season pertamanya.

Mereka berlima adalah anak muda dengan berbagai latar belakang yang unik dan berbeda, yang kemudian tinggal bersama di satu rumah. Kebayang banget kan, apa jadinya kalau anak muda yang unik-unik ini hidup bersama? Gelak tawa dan air mata dijamin bakal banyak terjadi, nih, termasuk juga hati-hati yang terpaut lebih dari sekedar teman.

Pada Season yang kedua ini, hubungan diantara kelimanya, juga dengan teman lain diluar lingkaran pertemanan mereka menjadi makin dalam dan menjurus, loh. Di episode pertama pada season 2 saja, sudah diceritakan kerumitan hubungan dan perasaan antara Do Hyeon, Song I, Tae Oh, juga Se Hyeon.

Ada salah satu yang sudah berkencan, ada yang masih tidak bisa mengutarakan perasaannya, ada juga yang sedang dingin dan jauh dari satu sama lain. Bukan hanya kegalauan yang melanda pasangan ataupun calon pasangan yang ada di rumah itu, tetapi juga soal persahabatan diantara mereka yang tak pernah kehabisan masalah.

Penasaran banget kan, siapa yang akan berakhir dengan siapa, juga bagaimana nasib kelima anak muda ini di akhir season kedua ini? Apalagi kalau kamu sudah menonton dari season pertama, tentu kamu wajib banget mantengin Netflix sejak 26 Juli sampai episode terakhir ditayangkan nanti, dong.

Manfaat Bunga Mawar Bagi Tubuh Yang Jarang Diketahui!

Mawar merupakan bunga yang indah dan juga harum. Namun, tak sebatas itu saja, ternyata mawar memiliki beberapa manfaat bagi tubuh yang jarang diketahui. Berikut beberapa manfaatnya:

1.Menghilangkan Jerawat

Air bunga mawar merupakan bahan pembersih alami yang kaya antioksidan dan mampu membunuh bakteri penyebab jerawat. Oleskan air bunga mawar sebelum mengenakan make up untuk menutrisi kulitmu dan juga sebelum kamu tidur setelah membersihkan make up!

2.Perawatan Kulit

Jaga keseimbangan pH alami kulit dengan air mawar. Air mawar dapat menyeimbangan produksi sebum pada kulit yang dapat menyeimbangkan pH alami kulit.

3.Kesehatan Rambut

Air mawar baik untuk kesehatan rambut karena dilengkapi dengan penyejuk alami yang dapat melembapkan. Gunakan sebagai toner rambut 2x sehari untuk hasil yang maksimal.

4.Kesehatan Mata

Mata lelah dan lingkaran gelap di bawah mata bisa diatasi dengan air mawar. Air mawar juga dapat digunakan untuk mengatasi mata merah dan meradang. Semoga Bermanfaat.

Tertarik dengan artikel ini? Baca artikel menarik lainya di florist di jakarta ! Terimakasih

Konveksi Tas Jogja Jelaskan Lemahnya Batik Di Jogja

Selain disebut sebagai Kota Seni budaya yang tersebab budayanya yang masih kental. Kota bernama resmi Kartomantul itu juga mendapat julukan kota batik tersebab perangainya sebagai pioner batik. batik sendiri adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Sejarah batik Yogyakarta , ada Jauh sebelum UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) mengakui eksistensi batik Indonesia pada 2 Oktober 2009, masyarakat Yogyakarta sudah  terbiasa menggunakannya, entah itu untuk upacara-upacara adat, aktivitas sehari-hari, hadir diacara penting, sampai sekolah dan pekerjaan.

Konveksi Tas Jelaskan Motif Batik

Sama dengan kota lainnya, Yogyakarta juga memiliki motif batik tersendiri. Banyak ya, seperti Motif Ceplok  (Grompol) yang mencakup berbagai macam desain geometris. Motif Batik, berupa 4 lingkaran atau berbentuk elips yang mengelilingi lingkaran kecil sebagai pusat, dengan susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri atau ke kanan berselang-seling. Motif Parang, disebut sebagai motif batik keris atau pola pedang oleh masyarakat internasional.

Motif Lereng, merupakan salat satu pola lama yang disediakan untuk keluarga kerajaan. Motif Nitik, Motif  yang  sebenarnya berasal dari pengaruh luar negeri yang berkembang di pantai utara laut Jawa, sampai akhirnya berkembang pula di pedalaman menjadi suatu motif yang sangat indah. Motif Truntum, motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum).

Motif Gurda (Garuda), umumnya dipadu dengan motif batik lainya seperti motif batik sawat dan dikenal dengan nama sawat gurdo. Dan yang terakhir adalah Motif Isen, berupa titik-titik, garis-garis, gabungan titik dan garis yang berfungsi untuk ornament-ornamen dari motif atau pengisi bidang diantara ornament-ornamen tersebut.

Walau kain batik menempel erat , ternyata di jaman sekarang ini, banyak anak muda Yogyakarta yang masih tampak asing dengan kain itu. Bahkan terkadang mereka sering protes tersebab tuntutan, dinilai kuranag modis lah, gak jamannya lah, dan masih banyak lagi. Padahal Negara Malaysia saja sampaui terpana dan ingin mengklaimnya, tapi Negara sendiri malah atuh tak acuh.

Karena hal itu Konveksi Tas Jogja hadir untuk menyongsong kain batik dalam dunia pertasan. Tak hanya satu model batik untuk satu model tas saja, melainkan Konveksi Tas Jogja memproduksi segala model  tas dengan berbagai  motif batik yang wow. Berani memadukan tas-tas masa kini, dengan kain lokal memang langkah yang tepat untuk menumbuhkan kecintaan pada produk dalam negeri, so mari turut mencintai batik bersama Konveksi Tas Jogja.

Kesan Pertama Pulisic yang Sangat Positif untuk Lampard

Christian Pulisic secara langsung memberikan kesan positif bagi Frank Lampard. Winger baru Chelsea itu bergegas untuk bergabung dengan tim dan ikut pramusim.

Pulisic direkrut oleh Chelsea dari Borussia Dortmund senilai 64 juta euro pada januari lalu. Ia langsung dikontrak selama 5,5 tahun ketika itu, namun dibiarkan dalam menuntaskan musim dengan Dortmund sebagai pemain pinjaman.

Dengan kepergian Eden Hazard ke Real Madrid, gelandang asal Amerika Serikat itu diharapkan dapat menjadi andalan baru untuk tim.  Demi mempercepat adaptasi dan pengenalan tim, Pulisic rela untuk memotong liburannya.

Pulisic seperti yang diketahui baru memperkuat Amerika Serikat pada Piala Emas. Laga terakhir tim Paman Sam yaitu pada 7 Juli lalu, saat kalah dari Meksiko 0-1 pada final.

Manajer Chelsea Frank Lampard memastikan Pulisic akan bergabung dengan timnya pada hari Selasa (16/7/2019) atau hanya sembilan hari setelah tampil pada final bersama AS.

“Christian bergabung pada hari Selasa, Dia baru menjalani liburan sebentar, tetapi ingin kembali dan bergabung dengan kami lebih cepat, jelas saya apresiasi,” katanya dikutip dari media Spanyol, AS.

“Ia merupakan pemain muda yang sangat top, dan dia hanya punya satu jalan dalam kariernya: ke atas, selain menjadi rekrutan besar bagi Chelsea. Saya tidak sabar bekerja sama dengannya,” tambahnya.

Chelsea telah menghadapi Bohemians dan St Patrick Athletic di pramusim sejauh ini. Berikutnya Pulisic dkk akan melawan Kawasaki Frontale, Barcelona, Reading, Red Bull Salzburg, dan Borussia Moenchengladbach.

Jamaah Umrah Indonesia Terbanyak kedua di Dunia

Kini Indonesia menjadi negara yang jamaah umrah terbanyak kedua di dunia. Indonesia hanya kalah jumlah dengan jamaah dari Pakistan. Sementara India menempati menduduki peringkat ketiga.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali ketika memberikan laporan pada Penandatangan Nota Kesepahaman terkait Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Umrah.

“Jamaah umrah Indonesia menempati posisi kedua dalam kuantitasnya. Sejak September 2018 sampai 31 Januari 2019, jamaah umrah mencapai 508.180 jamaah. Nomor, satu yaitu Pakistan dengan jumlah 776.326 jamaah. Ketiga, yaitu India dengan 343.396 jamaah,” ujar Nizar Ali di Jakarta dilansir dari Kemenag.

“Karena jamaah haji kita sangat besar, maka kompleksitas dalam pelaksanaan umrah juga perlu untuk dicermati,” sambungnya.

Menurut Nizar, ibadah umrah sekarang ini tidak lagi di dominasi oleh golongan masyarakat perkotaan atau hanya orang kaya saja. Minat beribadah umrah hampir dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Perubahan segmen dan karakter jamaah ini mengharuskan pemerintah dalam mengambil tindakan reformasi supaya negara tetap hadir,” tuturnya.

Lanjut Nizar, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah dalam peningkatan layanan.

Langkah berikutnya, membuat nota kesepahaman dengan Komite Akreditasi Nasional dalam melakukan proses akreditasi terhadap PPIU. “Program ini akan dimulai pada tahun ini,” terangnya.

“Kemenag telah melakukan integrasi pengawasan umrah secara elektronik melalui SIPATUH yang dirilis pada tahun 2018 lalu,” sambungnya.

Nizar menegaskan, upaya dalam perbaikan ini akan terus dilakukan. Bahkan, sekarang ini lagi tengah dilakukan penguatan kelembagaan pada tingkat kanwil dengan menambah seksi pembinaan dan pengawasan haji dan umrah.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri oleh 9 Kementerian dan Lembaga Negara. Pembahasan materi Nota Kesepahaman ini sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan adalah upaya dalam memberikan kepastian perlindungan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan umrah.

“Karena memang umrah begitu kompleks, kami merasa tidak bisa sendiri memberikan perlindungan jamaah umrah,” ujar Menag.